Hubungan Manusia dengan Lingkungan

 

Tema 9

Subtema 1 Pembelajaran 4

Manusia dan Lingkungan memiliki hubungan ketergantungan yang sangat erat. Manusia hidup di dalam lingkungan sehingga sepanjang hidupnya manusia senantiasa berinteraksi dengan lingkungan. Manusia membutuhkan unsur-unsur dalam lingkungan untuk hidup seperti oksigen. Manusia juga mengolah lingkungan untuk mengambil sumber daya alam yang dibutuhkan. Sebaliknya keadaan lingkungan sangat dipengaruhi oleh manusia. Lingkungan dapat menjadi asri, bersih, dan sehat atau lingkungan dapat menjadi kotor , rusak, dan tidak sehat semua tergantung manusia.

download (6).jpg

Lingkungan menyediakan sumber daya alam yang dapat digunakan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.. Lingkungan memiliki daya dukung terhadap kehidupan manusia. Oleh karena itu sangat tergantung pada lingkungan. Untuk mendapatkan daya dukung lingkungan yang baik manusia harus menjaga kelestarian lingkungan. Sumber daya alam yang terkandung dalam lingkungan harus dijaga sehingga dapat terus bermanfaat bagi manusia.

Jika manusia tidak menjaga kelestarian lingkungan maka daya dukung lingkungan menjadi berkurang. Kerusakan lingkungan dapat menyebabkan tanah menjadi tandus, air tanah berkurang, Lingkungan yang rusak juga dapat mengancam hidup manusia karena bencana alam dapat terjadi akibat kerusakan lingkungan. Misalnya bencana banjir, kemarau, dan longsor. Oleh karena itu sangat penting bagi manusia untuk melestarikan lingkungan.

Melestarikan lingkungan dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan sederhana yang dapat melestarikan lingkungan antara lain adalah membuang sampah ditempat sampah menanam dan memelihara tanaman di lingkungan sekitar rumah, menggunakan air dengan hemat, mendaur ulang sampah organik, menghemat listrik dan bahan bakar, dan mengurangi sampah dengan memanfaatkan kembali barang bekas.

Sumber : Buku Paket Tema 9 Kelas IV

Sumber : https://akurat.co/id-29606-read-tingkatkan-produk-ungggulan-petani-butuh-modal

Upaya Pelestarian Elang Jawa ( Nisaetus bartelsi )

Tema 9

Subtema 1 Pembelajaran 6

Elang Jawa adalah salah satu spesies elang berukuran sedang yang endemik di Pulau Jawa . Satwa ini dianggap identik dengan lambang negara Republik Indonesia, yaitu Garuda. Sejak 1992, burung ini ditetapkan sebagai maskot satwa langka di Indonesia

Hasil gambar untuk elang jawa                                           Sumber Gambar :  Elang Jawa blogs.uajy.ac.id

Habitat Elang Jawa adalah hutan primer yang luas. Pembalakan liar dan koversi hutan menjadi lahan pertanian telah menyusutkan luas hutan primer di Jawa. Selain itu, Elang Jawa juga terus diburu orang untuk diperjualbelikan di pasar gelap sebagai satwa peliharaan. Karena kelangkaanya, memelihara burung ini seolah menjadi kebanggan tersendiri sehingga harga jualnya meningkat. Hal tersebut menyebabkan populasi Elang Jawa menjadi sangat terancam.

Keberadaan Elang Jawa saat ini adalah nyaris punah oleh karena itu Pemerintah menetapkan dalam Undang-Undang sebagai hewan yang dilindungi. Pemerintah juga menyatakan dalam UU Nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem, yang secara jelas dan nyata bahwa menangkap, melukai, membunuh menyimpan, memiliki dan memperdagangkan hewan yang dilindungi baik hidup, mati maupun bagian-bagian tubuhnya dinyatakan dilarang dan diancam hukuman maksimal 5 tahun penjara dan denda maksimal 100 juta rupiah.

Upaya pelestarian elang Jawa terus digalakkan untuk menjaga kelestariannya. Salah satu cara pelestarian adalah dengan menjaga habitat Elang Jawa. Masyarakat yang tinggal di sekitar hutan Primer dan hutan Sekunder diberi pengarahan dan pengetahuan pentingnya keberadaan Elang Jawa bagi keseimbangan lingkungan. Diharapkan masyarakat aktif dalam menyelamatkan Elang Jawa dan habitatnya. Sehingga Elang Jawa tidak ikut punah seperti Harimau Jawa dan Harimau Bali.

Upaya minimal adalah dengan melapor kepada Pihak Kehutanan, atau Kepala Desa setempat apabila terjadi pengrusakan hutan , penangkapan, pemeliharan naupun perdagangan Elang Jawa akan lestari, sehingga pesona Elang Jawa tidak hilang ditelan masz

Sumber Referensi : Buku Paket Tema 9 Kelas IV

 

 

 

 

 

Hemat BBM

Tema 9

Subtema 3 Pembelajaran 1

BBM merupakan singkatan dari bahan bakar minyak. BBM dihasilkan dari pengolahan minyak bumi. Minyak bumi merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui. Jumlah minyak bumi terbatas tetapi kebutuhan manusia akan bbm semakin meningkat. Oleh karena itu manusia perlu menghemat pemakaian bbm.

Bagaimanakah cara menghemat bbm? Berikut ini beberapa cara yang dapat dilakukan agar pemakaian bbm berkurang

1. Naik Sepeda atau Lebih Banyak Berjalan

download (3).jpg

Berusaha bersepeda atau berjalan ke tujuan dapat mengurangi penggunaan bbm. Dengan bersepeda dan berjalan maka penggunaan kendaraan bermotor menjadi berkurang dari pemakaian bbm pun menjadi berkurang. Selain itu bersepeda dan berjalan kaki juga bermanfaat menyehatkan tubuh

2. Menggunakan Alat Transportasi Umum

Memiliki transportasi umum dari pada menggunakan mobil pribadi dapat mengurangi pemakaian bbm. Meskipun transportasi umum masih menggunakan bahan bakar fosil, tetapi transportasi umum dapat menhantarkan lebih banyak orang sekali jalan ke tempat tujuan.

3. Menghindari Lalu Lintas dan Kemacetan

download (4).jpg

Kemacetan menyebabkan mobil menghabiskan bahan bakar lebih banyak meskipun mobil tidak berjalan. Hal tersebut karena mesin mobil tetap menyala ketika jalan macet dan mobil hanya dapat berjalan pelan-pelan. Kemacetan juga meningkatkan pencemaran udara.

4. Menggunakan Mobil Listrik atau Mobil Berbahan Bakar Non BBM

Mobil listrik menggunakan energi listrik agar dapat berjalan, sedangkan mobil nonbbm menggunakan bahan bakar gas atau bahan bakar bioetanol dari tumbuhan. Mobil ini belum banyak teredia di masyarakat dan perlu pengembangan teknologi agar dapat digunakan masyarakat.

5. Menggunakan Kendaraan Bermotor yang Hemat Bahan Bakar

 

 

Sumber Referesi : Buku Paket Tema 9 Kelas IV

Sumber Gambar : https://seputarduniaanak.net/gambar-anak-sekolah/gambar-anak-sekolah-bersepeda/

https://tirto.id/sepeda-motor-sebab-atau-solusi-kemacetan-bDT4

 

Bekerja Bakti Menghijaukan Bukit Gundul

Tema 9

Subtema 3 Pembelaran 4

Desa Lasem merupakan salah satu daerah di Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Desa Lasem terkenal sebagai penghasil kayu jati yang berkualitas bagus. Dulu Desa Lasem adalah hutan jati yang sangat rimbun, sayangnya sekarang Desa Lasem bukan lagi hutan tapi bukit – bukit tanah yang gundul dan tandus.

Perubahan Lingkungan di Desa Lsem diakibatkan para penjarah hutan yang sangat rakus. Mereka menebang pohon jati tanpa ijin pemerintah daerah. Mereka menebang dan mengambil batang kayu jati yang mahal harganya setelah itu meninggalkan begitu saja bukit – bukit menjadi tandus.

Warga di Desa Lasem sangat dirugikan. Warga kehilangan kayu jati yang berharga. Selain itu, ketika kemarau persediaan air bersih menjadi sedikit sekali karena bukit gundul tidak bisa menyimpan air ketika hujan. Warga juga terancam kehidupannya ketika musim hujan warga takut akan terjadi banjir atau bukit tandus itu longsor karena air hujan yang deras.

Melihat keadaan bukit yang semakin tandus dan kekhawatiran warga, Pak Katmo sebagai kepala Desa Lasem mulai bertindak. Pak Katmo dibantu pemuda desa berniat mengadakan kerja bakti untuk menghijaukan kembali bukit – bukit tandus itu. Pak Katmo sudah mendapatkan bantuan bibit pohon dan pupuk kompos untuk menghijaukan bukit tandus.

Pak Katmo mengumpulan warganya dan menyampaikan idenya tersebut kepada warga serta mengajak warga bersatu, bekerja bahu membahu untuk menghijaukan kembali bukit yang tandus. Mendengar hal itu warga  sangat antusias, warga menyambut baik ide Pak Katmo. Warga mendukung penuh kegiatan itu dan siap bekerja saling membantu menghijaukan bukit tandus.

download (2).jpg

Akhirnya ketika waktunya tiba, warga Desa Lasem berkumpul di bukit. Mereka membawa cangkul, sekop, ember, dan peralatan lainnya. Mereka bekerja bakti bersam – sama menanam bibit pohon satu persatu di seluruh area bukit tandus. Warga juga bekerja sama bergiliran mengairi bibit pohon yang sudah ditanami tersebut.

Setelah beberapa bulan, bukit gundul dan tandus tampak berubah menghijau. Warga senang sekali, usaha yang mereka lakukan bersama – sama membuahkan hasil . Bukit yang tadinya gundul dan tandus sekarang sudah banyak ditumbuhi pohon dan semak – semak. Lingkungan Desa Lasem kembali lestari dan warganya terhindar

Sumber Referensi : Buku Paket Tema 9 Kelas IV

Sumber Gambar : https://www.jember.info/uncategorized/babinsa-ampel-koramil-0824-23-wuluhan-bersama-petani-kerja-bakti-normalisasi-irigasi-guna-meningkatkan-produksi-pertanian.html

Bencana Banjir dan Kegiatan Manusia

 Tema 9

Subtema 3 Pembelajaran 6

download.jpg

      Ketika musim penghujan datang, sering kita mendengar kabar beberapa daerah mengalami banjir, terutama daerah – daerah yang terletak lebih rendah. Tahukah kamu mengapa bisa terjadi banjir dan apa saja penyebabnya ?

Banjir termasuk salah satu bencana alam yang diakibatkan oleh hegiatan manusia. Penyebab utama banjir memang berasal dari curah hujan yang tinggi tetapi manusia yang berperan dalam terjadinya banjir.

Manusia membuka lahan hutan untuk ertanian dan pemukiman, padahal hutan tersebut sangat penting fungsinya sebagai daerah resapan air hujan . Ketika hujan deras, air turun terus menerus . Hutan yang berubah menjadi lahan pemukiman tidak lagi dapat menyerap air hujan sehingga air hujan akan terus mengalir dipemukiman tanah menuju ke daerah yang lebih rendah . Jika saluran pembungan air bagus maka air akan masuk ke saluran pembuangan menujju ke sungai besar kemudian mengalir ke laut . Tetapi jika saluran air tersumbat oleh sampah maka air akan menggenang di jalan – jalan. Genangan air tersebut lama – lama akan semakin menumpuk dan menjadi banjir.

Penyebab lainnya adalah banjir karena air sungai yang meluap. Sungai yang dangkal dan dipenuhi sampah akan berkurang daya tampungnya sehingga air dapat meluap keluar. Bila curah hujan cukup tinggi dan dalam jangka waktu yang lama maka dapat terjadi banjir karena luapan air sungai .Hal tersebut disebabkan ketidakpedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan.

Penebangan hutan dan membuang sampah di saluran air merupakan kegiatan manusia yang dapat menyebabkan banjir. Jika penebangan hutan tidak disertai dengan penanaman kembali maka bukan hanya banjir yang terjadi tapi juga bencana longsor.

Bencana banjir sangat merugikan manusia. Rumah, perabotan, dan alat elektronik menjadi rusak, kegiatan sehari – hari juga menjadi terganggu. Selain itu jika banjir terjadi dalam waktu lama maka dapat menyebabkan terjangkitnya penyakit akibat sanitasi yang tidak bersih sehingga dapat menggangu kesehatan.

Jadi sudah seharusmya semua orang menjaga kebersihan lingkungan dan melestarikan hutan agar tidak menimbulkan bencana banjir. memulai dari hal kecil yang paling sederhana seperti tidak membuang sampah sembarangan, membersihkan lingkungan tempat tinggal, dan menanam pohon dapat mencegah terjadinya banjir.

sumber referensi : bukupaket tema 9 kelas IV

sumber gambar : http://www.smartgeografi.com/2014/04/banjir.html